Cara Mudah Memahami Tauhid

Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman

 

DEFINISI TAUHID

Tauhid adalah kata dasar dari kalimat وَحَّدَ yaitu menjadikannya hanya satu. Yang dimaksud disini adalah mengesakan Alloh dalam beribadah.[1]

MACAM-MACAM TAUHID

Tauhid terbagi menjadi tiga macam:

Pertama: Tauhid Rububiyyah

Yaitu mengakui bahwa Alloh hanyalah satu-satunya pencipta Alam semesta ini. Dia yang Maha mengatur, menghidupkan, mematikan, memberi rizki dan sebagainya.

Tauhid rububiyyah, tidak ada seorangpun yang mengingkarinya, karena sesuai dengan akal dan naluri manusia. Perhatikan ayat-ayat Alloh berikut ini:

Alloh berfirman:

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, Maka Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah ). (QS.az-Zukhruf: 87).

Alloh berfirman pula:

Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka akan menjawab: “Semuanya diciptakan oleh yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”. (QS.az-Zukhruf: 9).

Ayat-ayat yang semisal ini di dalam al-Qur’an sangat banyak sekali. Alloh menyebutkan keadaan kaum musyrikin dengan pengakuan mereka terhadap tauhid rububiyyah.

Orang yang mengingkari tauhid rububiyyah hanyalah orang-orang yang nyeleneh. Mereka secara lahir mengingkari, padahal hati dan batin mereka mengakui bahwa Alloh adalah sang pencipta dan pengatur alam ini. Alloh menyebutkan dialog antara Musa dan Fir’aun dalam firmannya:

Dan berkata Fir’aun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. (QS.al-Qoshos: 38).

Alloh berfirman:

Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) Padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan. (QS.an-Naml: 14).

Kedua: Tauhid Uluhiyyah

Yaitu mengesakan Alloh dalam seluruh bentuk ibadah. Uluhiyyah maknanya adalah Ibadah. Ibadah secara bahasa adalah perendahan diri. Sedangkan secara istilah syar’I sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam adalah: “Nama yang menyeluruh terhadap apa yang Alloh cintai dan ridhoi, baik berupa perkataan atau perbuatan yang lahir maupun yang batin”.[2]

Tauhid uluhiyyah adalah tujuan hakiki diciptakannya manusia. Alloh berfirman:

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS.adz-Zariyat: 56).

Dengan tauhid ini pula Alloh mengutus para rasul. Alloh berfirman:

Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut. (QS.an-Nahl: 36).

Ibadah dengan seluruh ragamnya wajib hanya untuk Alloh semata. Barangsiapa yang memalingkan satu jenis ibadah saja kepada selain Alloh, maka dia telah terjatuh dalam kesyirikan.

Ketiga: Tauhid Asma’ wa Sifat

Yaitu menetapkan apa yang Alloh dan rasulNya tetapkan untuk dirinya dari sifat yang sempurna. Serta menafikan apa yang Alloh dan rasulNya nafikan dari sifat yang tidak sempurna. Tanpa merubah makna, tidak membuangnya, serta tidak memisalkan dan membagaimanakannya. Alloh berfirman:

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat. (QS.asy-Syuuraa: 11).

ANTARA SYIRIK DAN TAUHID

Syirik adalah menjadikan tandingan bagi Alloh dalam rububiyyah dan uluhiyyahNya. Pada umumnya, syirik terjadi dalam masalah ibadah, dengan memalingkan satu jenis ibadah kepada selain Alloh. Seperti berdoa kepada selain Alloh, menyembelih dan bernadzar kepada selain Alloh dan lain sebagainya.

Syirik termasuk dosa yang paling besar, karena;

1.Menyamakan pencipta dengan makhluknya, dan ini termasuk kezhaliman yang paling besar. Alloh berfirman:

Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. (QS.Luqman: 13).

2.Alloh tidak mengampuni dosa syirik bagi yang tidak bertaubat. Alloh berfirman:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS.an-Nisaa: 48).

3.Alloh mengharamkan surga bagi yang berbuat syirik. Alloh berfirman:

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS.al-Maidah: 72).

4.Perbuatan syirik membatalkan amalan. Alloh berfirman:

Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. (QS.al-An’am: 88).

Syirik ada dua macam:

Pertama: Syirik besar, dia adalah syirik yang mengeluarkan pelakunya dari agama Islam, mengekalkan di dalam neraka apabila meninggal dan belum bertaubat. Contohnya adalah berdoa kepada selain Alloh, menyembelih dan bernadzar kepada selain Alloh dan selain sebagainya.

Kedua: Syirik kecil, syirik kecil tidak mengeluarkan dari Islam, akan tetapi mengurangi tauhid dan perantara menuju syirik besar. Contohnya bersumpah kepada selain Alloh, menggantungkan gelang, jimat untuk menolak bahaya, riya.[3]

Inilah yang dapat kami kumpulkan seputar masalah tauhid. Semoga kita menjadi insan yang bertauhid yang menyebabkan kita selamat di dunia dan akherat. Amiin. Allohu A’lam.

Ditulis oleh seorang hamba yang fakir yang selalu mengharapkan ampunan Rabbnya.

Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman as-Salim

Unaizah, 29-Dzulqo’dah-1428 H.

[1] Al-Mulakhos Fi Syarhi Kitab at-Tauhid, hal.9 oleh DR.Sholih al-Fauzan

[2] Majmu’ Fatawa 10/149, Fathul Majid hal.17

[3] Kitab at-Tauhid oleh DR.Sholih al-Fauzan hal.9-11

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemasangan Parabola dan pemesanan buku via whatsapp atau sms ke no 0812 8956 6500 semua keuntungan untuk operasional media dakwah Ahsan TV Dismiss