Ibadah Muslimah di Bulan Penuh Berkah

Bulan Ramadhan yang penuh berkah adalah ladang pahala bagi setiap insan. Tidak ketinggalan wanita muslimah, ibadah apa yang semestinya dikerjakan oleh wanita muslimah di bulan ini? Simak ulasan berikut ini.

Ibadah Wanita Di Bulan Ramadhan
1.Puasa
Para ulama telah sepakat bahwa yang wajib berpuasa Ramadhan adalah seorang muslim yang berakal, baligh, sehat dan menetap. Adapun wanita, disyaratkan dalam kondisi suci dari haidh dan nifas. Tidak ada perselisihan tentang wajibnya puasa Ramadhan . Kewajiban ini berdasarkan dalil-dalil berikut:
A.Dalil Al-Qur’an
يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah: 183)

B.Dalil Hadits
عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ.
Dari Ibnu Umar dari Nabi bersabda: Islam itu dibangun di atas lima perkara: Syahadat bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusanNya, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, puasa Ramadhan dan menunaikan haji.

C.Dalil Ijma’
Para ulama telah bersepakat wajibnya puasa Ramadhan. Barangsiapa yang mengingkari kewajibannya atau meragukannya maka dia kafir, berarti dia telah mendustakan Alloh dan Rasulnya. Dalam masalah ini tidak ada udzur, kecuali orang yang jahil baru masuk Islam sehingga belum tahu kewajibannya, maka dia perlu diajari.
Adapun orang yang tidak berpuasa tetapi mengakui kewajibannya maka dia berdosa besar namun tidak kafir.

Manfatkanlah kesempatan emas ini wahai saudariku, pahala besar telah menantimu…pahala puasa Ramadhan yang hanya sekali dalam setahun!!.

2.Membaca al-Qur’an
Rasulullah telah menjanjikan pahala yang besar bagi yang membaca al-Qur’an, beliau bersabda:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لاَ أَقُولُ الْم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Barangsiapa yang membaca satu huruf al-Qur’an maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan bahwa Aliif Laam Miim satu huruf, akan tetapi Aliif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.

Imam Ibnu Shalah mengatakan: “Membaca al-Qur’an adalah kemuliaan, kemuliaan yang Alloh berikan kepada manusia. Sungguh para malaikat tidak diberikan hal itu, dan mereka sangat semangat untuk mendengarkannya dari manusia”.

Maka tanamkan dalam dirimu target bisa mengisi hari-hari Ramadhan dengan membaca al-Qur’an, bisa khatam membacanya dengan tadabbur dan memahami kandungan makna al-Qur’an. Semangatlah, semuanya akan berjalan mudah insya Alloh.

3.Shalat Taraweh
Shalat taraweh termasuk syiar Islam yang paling nampak pada bulan Romadhan. Karena shalat ini punya keistimewaan tersendiri bila dibandingkan pada bulan lainnya. Rasulullah bersabda;
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa yang mengerjakan shalat malam di bulan ramadhan karena keimanan dan mengharap pahala Alloh, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.

Lantas bagaimana dengan wanita? apakah wanita lebih afdholnya shalat di rumahnya masing-masing?. Ataukah shalat taraweh di masjid? Ketahuilah, Islam telah mengizinkan bagi para wanita muslimah untuk pergi ke masjid dan shalat berjama’ah bersama manusia. Akan tetapi, Islam menganjurkan pula agar para wanita shalat di dalam rumahnya, bahkan shalatnya wanita di dalam rumah lebih afdhol dan lebih terjaga dari fitnah.
Dari Abdullah bin Umar bahwasanya Rasulullah bersabda;
لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ
Janganlah kalian melarang isteri-isteri kalian untuk (shalat berjama’ah) di masjid, akan tetapi rumah mereka adalah lebih baik bagi mereka.

Maka semangatlah wahai wanita muslimah dengan shalat taraweh, afdhalnya engkau kerjakan di rumah, itu lebih baik, walaupun boleh juga engkau pergi ke masjid ikut shalat taraweh berjama’ah dengan memperhatikan ada-adabnya.

4.Mendidik Anak
Anak adalah amanah Alloh. Maka sudah semestinya bagi setiap orang tua memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Baik buruknya tingkah laku seorang anak tergantung hasil didikan orang tua. Karena jiwa seorang anak masih bersih, siap menerima dan menyerap segala sesuatu yang dilihat dan diajarkan. Rasululloh bersabda:
كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi.
Kewajiban orang tua terhadap anak bukan hanya memberi kecukupan makan, minum ataupun pakaian. Namun, ada yang lebih penting yaitu menyelamatkan mereka dari siksa Alloh. Alloh berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS.at-Tahriim: 6).
Sahabat mulia Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Yaitu ajari dan didiklah mereka”.
Hubungannya dengan puasa, dianjurkan kepada para orang tua untuk melatih anak-anak mereka agar berpuasa, supaya kelak mereka terbiasa dengan puasa apabila telah baligh. Hal ini sebagaimana dipraktekkan oleh para sahabat kepada anak-anak mereka. Namun hal itu apabila tidak memberatkan mereka atau membahayakan mereka.

Maka biasakan seorang anak sudah mengenal kewajiban dirinya terhadap Alloh, dalam hal ini diantaranya puasa Ramadhan. Tidak mengapa kita siapkan hadiah yang menarik bagi anak yang mampu puasa sehari penuh, sebagai penyemangat untuk mereka. Allohu A’lam.

5.Memperbanyak Do’a
Seorang hamba tidak bisa lepas dari do’a, terlebih lagi di bulan yang penuh berkah ini. Alloh memberikan janji akan mengabulkan do’a orang yang berdo’a di bulan Ramadhan. Perhatikanlah baik-baik ayat tentang puasa, setelah Alloh menyebutkan kewajiban puasa, Alloh menyebutkan setelahnya;

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS.al-Baqoroh: 186).

Ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas akan keutamaan berdo’a di bulan Ramadhan!!.
Rasulullah bersabda;
إِنَّ لِلَّهِ عُتَقَاءَ فِى كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ لِكُلِّ عَبْدٍ مِنْهُمْ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ
Sesungguhnya Alloh mempunyai orang-orang yang akan dibebaskan (dari neraka) setiap hari dan malam. Setiap hamba dari mereka punya doa yang mustajab.
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Yaitu pada bulan Ramadhan”. Ini merupakan keutamaan yang besar bagi bulan Romadhan dan orang yang berpuasa, menunjukkan keutamaan doa dan orang yang berdoa.

6.Menyiapkan Hidangan Sahur Dan Berbuka
Suatu perbuatan yang biasa akan bernilai ibadah jika diniatkan untuk ibadah. Menyiapkan santapan sahur, hidangan berbuka puasa adalah ladang pahala bagi wanita muslimah.
Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan: “Demikian pula seorang istri dia adalah pemimpin di rumah suaminya, dan dia akan ditanya akan kepemimpinannya. Maka wajib bagi seorang istri untuk memberikan nasehat di dalam rumah, memasak, membuatkan kopi, teh, membersihkan tempat tidur, dan tidak membuat masakan melebihi kebutuhan, juga tidak membuat teh yang berlebihan. Wajib baginya untuk menjadi istri yang hemat, karena hemat adalah setengahnya penghasilan, tidak berlebihan terhadap perkara yang seharusnya. Seorang istri juga bertanggung jawab terhadap anak-anaknya, berupa kebaikan mereka dan perkara yang menunjang keadaan dan kebutuhannya, seperti memakaikan baju, melepaskan baju yang sudah kotor, mengganti sprei yang mereka pakai tidur, menyiapkan selimut ketika musim dingin dan selain dari itu, semuanya adalah tanggung jawabnya, bertanggung jawab terhadap masakan yang dimasak dari sisi enak dan matangnya, demikianlah dia bertanggung jawab terhadap semua urusan di rumah”.

7.Menjaga Lisan
Puasa tidak hanya menahan makan dan minum semata. Rasululloh bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ فَلَيْسَ ِللهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan amalannya serta kebodohan, maka Alloh tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya. .
Al-Hafizh Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah berkata: “Orang berpuasa yang sebenarnya adalah orang yang menahan anggota badannya dari segala dosa, lisannya dari dusta, perutnya dari makanan, minuman dan farjinya dari jima’. Bila berbicara, dia tidak mengeluarkan perkataan yang menodai puasanya. Jika berbuat, dia tidak melakukan hal yang dapat merusak puasanya. Sehingga ucapannya yang keluar adalah bermanfaat dan baik. Demikian pula amal perbuatannya, ibarat wewangian yang dicium baunya oleh kawan duduknya. Seperti itu juga orang yang puasa, kawan duduknya mengambil manfaat dan merasa aman dari kedustaan, kemaksiatan, dan kezholimannya. Inilah hakekat puasa sebenarnya, bukan hanya sekedar menahan diri dari makanan dan minuman”.

Inilah sebagian dari ibadah wanita di bulan Ramadhan. Semoga kita menjadi hamba yang bertakwa dan tetap istiqamah setelah bulan puasa Ramadhan berlalu. Aamiin. Allohu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *