Tafsir

Kabar Gembira Khusus Untuk Orang Yang Kembali Kepada Allah

Tuesday, 09 November 2010 00:31
Print PDF

39_17

 

Allah berfirman: "Dan orang-orang yang menjauhi tagut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku) (Az-Zumar: 17)

Keterangan dan kandungan ayat:

Maksud Tagut adalah sesembahan selain Allah.

Kaum mukminin berhak mendapatkan kabar gembira ini karena menghindari penyembahan terhadap tagut, karena menghindari penyembuhan tagut ini adalah sifat yang terpuji. Mereka juga berhak mendapatkannya karena kembali kepada Allah dengan menyembah dan ikhlas beragama kepada-Nya. Dengan demikian, keinginannya untuk menyembah berhala berpindah kepada penyembahan kepada Allah dan keinginannya untuk berbuat syirik beralih kepada tauhid dan ketaatan kepada Allah. Oleh karena itu semua, mereka berhak mendapatkan kabar gembira yang tidak diketahui kadar dan nilainya kecuali oleh Dzat Yang memberi mereka kehormatan tersebut. Kabar gembira itu mencakup:

Kabar gembira di dunia yang berupa pujian baik, mimpi baik, pemeliharaan dari Allah yang melaluinya mereka dapat mengetahui bahwa Dia berkehendak untuk memuliakan mereka di dunia dan di akhirat.

Mencakup kabar gembira di akhirat saat meninggal, di kubur, dan hari kiamat.

Dan kabar gembira terakhir adalah yang disampaikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah mengenai langgengnya keridaan, kebaikan, dan rasa aman di surga.

Lihat Tafsir Ibnu Sa'di, halaman 656 (cetakan Luwaihiq)

 

Kepada Siapa Surga Didekatkan?

Tuesday, 09 November 2010 00:26
Print PDF

50_31

50_32

50_33

Allah berfirman: "Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya)." (Qaaf: 31 - 33)

Keterangan dan kandungan ayat:

Firman Allah ta'ala "Dan didekatkanlah surga itu" maksudnya: Didekatkan jaraknya sehingga semua nikmat dan kesenangannya yang kekal dapat dilihat dengan kasat mata. Yaitu kepada mereka yang bertakwa dan mentaati semua perintahNya, yang meninggalkan segala bentuk syirik, baik kecil maupun besar.

Maksud firman Allah: "Inilah yang dijanjikan kepadamu": adalah bahwa surga dan segala bentuk kesenangan yang diinginkan setiap diri, dan menyejukkan mata yang memandang yang ada di dalamnya adalah hal yang dijanjikan Allah kepada yang memiliki sifat-sifat berikut:

1. Selalu kembali kepada Allah pada setiap waktu dengan mengingat-Nya, mencintai-Nya, meminta tolong kepada-Nya, berdoa, takut, dan berharap kepada-Nya.

2. Memelihara semua apa yang diperintahkan Allah, dengan melaksanakannya secara ikhlas, dan menyempurnakannya sesempurna mungkin, dan menjaga hukum-hukumnya.

3. Takut kepada Yang Maha Pemurah ketika jauh penglihatan manusia: Yaitu takut kepada-Nya karena ma'rifahnya tentang Tuhannya, berharap kasih sayang-Nya, dan tetap melakukan semua itu pada saat sepi tidak dilihat oleh orang lain. Inilah takut yang sebenarnya. Adapun takut pada saat dilihat orang banyak bisa jadi hanya karena riya dan sum'ah. Tetapi ada kemungkinan yang dimaksud takut kepada Allah dalam keadaan gaib ini berarti seperti beriman kepada hal-hal gaib yang lain.

4. Yang datang kepada TuhanNya dengan hati penuh taubat dan segala keinginannya selalu tertuju kepada keridaanNya. Kepada orang-orang yang bertakwa dan berbakti ini dikatakan: "Masuklah dengan damai, itu adalah hari kekekalan..

Lihat Tafsir Ibnu Sa'di, halaman 749 (cetakan Luwaihiq)

 

Siapakah Yang Mengambil Manfaat Dengan Peringatan?

Tuesday, 09 November 2010 00:16
Print PDF

40_13

Allah berfirman: "Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezeki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah)." (Al-Mukmin: 13)

Keterangan dan kandungan ayat:

Allah menyebutkan berbagai macam nikmat dan karuniaNya yang telah diberikan kepada hamba-hambaNya dengan menjelaskan dan membedakan antara yang haq dan yang batil, melalui tanda-tanda dan bukti-bukti kebesaranNya yang Dia tunjukkan dalam diri mereka, di jagat raya ini dan dalam Al Quran, yang kesemuanya menjelaskan setiap permasalahan yang dimaksud dan menjelaskan mana petunjuk dan mana kesesatan. "Agar orang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup hidupnya dengan keterangan yang nyata pula" (maksudnya: Agar orang-orang kafir tidak mempunyai alasan lagi untuk tetap di dalam kekafirannya, dan orang-orang beriman, keimanannya itu berdasarkan bukti-bukti yang nyata). Semakin besar dan urgen suatu masalah, semakin banyak dalil yang dikemukakan dan semakin mudah mendapatkan bukti-buktinya. Dari itu, karena masalah tauhid adalah masalah terbesar maka banyak dan beragam sekali dalilnya. Baik berupa dalil aqli (berupa bukti-bukti yang terdapat di alam ini) maupun dalil naqli (nas Al Qur'an dan Hadis). Allah banyak memberikan contoh dan bukti-bukti.

Dalam ayat di atas Allah juga mengingatkan tanda-Nya yang agung dengan firman-Nya: "dan menurunkan untukmu rezeki dari langit" yaitu; hujan yang darinya kamu dan binatang piaraanmu mendapatkan rezeki dan hidup.

Jadi, semua nikmat adalah dari Allah:

Nikmat agama: Yaitu masalah-masalah agama, dalil-dalil, dan pengamalannya.
Nikmat dunia: Seperti nikmat yang berasal dari hujan.

Ini semua adalah bukti nyata bahwa hanya Allah lah satu-satunya Tuhan yang patut disembah dengan penuh keikhlasan dan bukti bahwa Dia adalah satu-satunya pemberi nikmat. Selanjutnya Allah memberitahukan bahwa tidak ada yang dapat mengambil pelajaran dari itu semua kecuali orang yang senantiasa kembali kepada Allah dengan berusaha semaksimal mungkin menggapai cintaNya, takut akan adzabNya, mentaatiNya dan bermunajat seraya merendahkan diri kepadaNya.

Lihat Tafsir Ibnu Sa'di, halaman 680 (cetakan Luwaihiq)

 

Page 3 of 4

<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Hadits Arba'in

Larangan Berbuat Dholim

Dari Abu Dzar Al-Ghifari rodhiallohu ‘anhu dari Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda meriwayatkan firman Alloh ‘azza wa jalla, bahwa Dia berfirman, “Wahai hamba-hambaku, sesungguhnya

Read more...
Bersuci adalah Separuh Keimanan

Dari Abu Malik Al-Harits bin Ashim Al-Asy’ari radhiyallaahu ‘anhu, Dia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan ‘Al

Read more...
Laksanakan Syariat Islam

Dari Abu Abdillah Jabir bin Abdullah Al-Anshori rodhiallohu ‘anhu. Bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam, “Apa pendapatmu bila aku telah sholat lima

Read more...
Istiqomahlah

Dari Abu Amr - ada yang mengatakan Abu Amrah - Sufyan bin Abdillah Ats-Tsaqafi rodhiallohu ‘anhu. Dia berkata, “Wahai Rasulullah, Katakanlah kepadaku suatu perkataan tentang Islam, yang tidak

Read more...
Milikilah Sifat Malu

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al-Anshari Al-Badri rodhiyallohu ‘anhu Dia berkata: Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Sesungguhnya sebagian ajaran yang masih dikenal

Read more...
Mintalah Pertolongan Kepada Alloh

Dari Abul Abbas Abdulloh bin Abbas rodhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Suatu hari aku berada di belakang Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam Lalu beliau bersabda , “Nak, aku akan ajarkan kepad

Read more...