Aqidah

Friday, 15 February 2013 17:47
Print PDF

 بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Di era jejaring sosial seperti sekarang ini, kiranya sangat diperlukan untuk mengingatkan diri pribadi khususnya dan kaum muslim secara umum beberapa hal, terutama yang berkaitan dengan pemberian komentar:

1.    Komentar adalah sama dengan ucapan, dan setiap ucapan akan dicatat oleh para malaikat pengintai yang bersifat Raqib dan ‘Atid, yang kemudian akan dimintai pertanggungjawaban di hari kimat.

{مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ} [ق: 18]

Artinya: “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” QS. Qaaf: 18.

Ibnu Katsir rahimahullah menafsikan ayat ini, beliau berkata:

{ مَا يَلْفِظُ } أي: ابن آدم { مِنْ قَوْلٍ } أي: ما يتكلم بكلمة { إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ } أي: إلا ولها من يراقبها معتد  لذلك يكتبها، لا يترك كلمة ولا حركة، كما قال تعالى:  { وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ كِرَامًا كَاتِبِينَ يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ } [ الانفطار: 10 -12 ].

“Maksud dari “Tiada Ucapan pun” adalah dari anak manusia, maksud dari “yang diucapkannya” adalah yang dibicarakannya dengan sebuah pembicaraan, maksud dari “Melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” adalah melainkan ada yang mengawasinya selalu untuk itu, ia menulisnya dan tidak meninggal satu kalimat serta satu gerakan pun, sebagaiman Firman Allah Ta’ala: “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),” “yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu),” “Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” QS. Al Infithar: 10-12.” Lihat kitab tafsir Ibnu Katsir rahimahullah pada ayat di atas.

Read more...
 
Thursday, 31 May 2012 15:50 Artikel - Aqidah
Print PDF

Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh mengeluarkan sebuah ilustrasi yang sangat menakjubkan bagi kita tentang manisnya buah tauhid di dunia dan akhirat, seta buruknya dari meninggalkan tauhid di dunia dan akhirat. Beliau berkata :

“Ikhlas dan tauhid merupakan pohon yang menancap di dalam hati sementara amalan adalah cabangnya, dan buahnya adalah indahnya hidup di dunia dan nkmatnya tinggal di akhirat. Sebagaimana buah di surge tidak ada henti – hentinya dan tidak ada seorang pun yang terhalang darinya. Begitu juga buah tauhid dan ikhlas di dunia. Adapun syirik, dusta, dan ria adalah pohon yang menancap di dalam hati. Buahnya di dunia dirundung rasa takut, keluh, kesah dan kemelut, serta sempitnya dada dan gelapnya hati. Adapun akhirat, buahnya adalah zaqqum dan azab yang abadi.” (Lihat Al Fawaid I/164)

Read more...
 
Monday, 21 May 2012 16:19 Artikel - Aqidah
Print PDF
Syarat-syarat diterimanya amal ibadah ada dua yaitu; Ikhlas dan sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
ikhlas
Dalil yang menunjukkan akan hal ini adalah Firman Allah Ta’ala:
{قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا}
Artinya: “Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya sembahan kalian adalah sembahan Yang Esa". Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya." QS. Al Kahfi: 110.
Berkata Ibnu Katsir rahimahullah ketika mengomentari ayat di atas:
وَهذانِ ركُنَا العملِ المتقَبَّلِ. لاَ بُدَّ أن يكونَ خالصًا للهِ، صَوابُا  عَلَى شريعةِ رَسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم.
Artinya: “Ini adalah dua rukun amalan yang diterima; yaitu harus ikhlas karena Allah dan harus sesuai dengan syariat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (Lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir).
Read more...
 
Thursday, 29 March 2012 09:11 Artikel - Aqidah
Print PDF
Dalam mengais rezeki, hendaknya setiap muslim selalu berprinsip mencari yang halal, bukan sekedar mendapatkan yang banyak. Begitu pula saat menerima cobaan berupa sakit, maka hendaknya memperhatikan pengobatan yang disyariatkan agama, tidak berprinsip "yang penting cepat sembuh." Mari kita perhatikan hal-hal yang menyangkut cara berpikir yang harus ada pada diri seorang muslim.
Read more...
 

Bukti dan Tanda Cinta Rasul

Thursday, 24 March 2011 14:44
Print PDF

Mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan kewajiban bagi setiap muslim dan semuanya mengaku ingin mencintainya, namun tidak semua pengakuan cinta dianggap benar dan tidak semua keinginan baik itu baik. Oleh karena itu diperlukan bukti dan tanda yang dapat dijadikan standar kebenaran pengakuan cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam , sebab bila pengakuan tidak dibuktikan dengan bukti, maka tentulah banyak orang membuat kerusakan dan keonaran dengan pengakuan-pengakuan dusta, sebagaimana disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

لَوْ يُعْطَى النَّاسُ بِدَعْوَاهُمْ لَادَّعَى نَاسٌ دِمَاءَ رِجَالٍ وَأَمْوَالَهُمْ رواه البخاري و مسلم

Seandainya manusia diberikan semua pengakuannya tentulah banyak orang yang menuntut darah dan harta orang lain. HR  Al Bukhari, kitab Tafsier Al Qur’an no. 1487 dan Muslim kitab Al Aqdhiyah, Bab Al Yamien ‘Ala Al Muda’I no. 3228

Cinta RasulullahKarena itu, wajib atas setiap muslim mengetahu bukti dan tanda kecintaan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengamalkan serta merealisasikannya dalam kehidupan sehari-harinya. Sebab bukti dan tanda-tanda tersebut menunjukkan kecintaannya yang hakiki sehingga semakin banyak memiliki bukti dan tanda tersebut maka semakin tinggi dan sempurna kecintaannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Diantara bukti dan tanda-tanda tersebut adalah:

1. Mencontoh dan menjalankan sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam .
Mencontoh, mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berjalan diatas manhaj beliau serta berpegang teguh dan mengikuti seluruh pernyataan dan perbuatan beliau adalah awal tanda cinta Rasul sehingga orang yang benar mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam secara lahiriyah dan batiniyah serta selalu menyesuaikan perkataan dan perbuatannya dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini dijelaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits Anas bin Malik, beliau radhiyallahu ‘anhu berkata:

Read more...
 

Page 1 of 5

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>