Untuk menggunakan Playlist Player, ikuti langkah singkat berikut :

di Playlist Player.
Show player in popup.
pada file kajian. Jika bermasalah (browser autoplay), klik kanan pada tanda
pilih save link as... (Pada firefox) atau Save file as... (pada IE).
![]()
The player will show in this paragraph
Bookmark |
DataReleased May 2009Format Kajian Video Type Jakarta-Bogor Added on Monday, 07 March 2011 Genre Aqidah Price 0.00 € Length 0:00 N of discs 0 Edition date May 2009 Country Label Firqoh Sesat Catalog Number 106 Edition Details ReviewTelah di ketahui bahwa awal mula munculnya bid’ah ialah bid’ah kaum khawarij dan Rawafidl . Bid’ah ini terjadi setelah timbulnya fitnah Abdullah bin Saba’ dan terbunuhnya Utsman radhiyallohu'anhu Kaum khawarij telah mengakfirkan Ali dan mereka mnyatakan diri keluar dari kelompok Ali sedangakan kaum Rawafidl mengakui Imamh Ali kema’shumannya kenabiannya dan bahkan sampai menuhankannya. Bid’ah-bid’ah tersebut terus berlanjut. Pada akhir masa sahabat yakni pada masa pemerintahan Ibnu Zubair dan Abdul Malik timbullah Bid’ah Murji’ah dan Qodariyah. Kemudian pada masa Tabi’in yakni pada masa akhir pemerintahan Bani Umayyah muncullah bid’ah Jahmiyah Musyabihah dan Mumatstsilah. Padahal semua itu tidak pernah terjadi pada masa sahabat. . Sejak timbulnya fitnah kaum muslimin mulai memperhatikan pemerikasaan sanad dan menyeleksi keadaan rawi . Hal ini disebabakn kaum salaf merasa takut berdusta terhadap Rasulullah Sholallohu'alaihi wasallam terutama setelah timbulnya berbagai aliran dan merajalelanya bid’ah. Imam muslim meriwayatkan dari Ibnu Sirin yg mengatakan “Mereka tidak pernah menanyakan tentang sanad tetapi setelah terjadi fitnah mereka berkata “Sebutkan nama orang-orangmu kepada kami!’ Maka diperhatikanlah Ahli Sunnah dan diteriama haditsnya dicermati pula Ahli Bid’ah dan ditolak hadisnya.” . Ibnu Sirin juga pernah berkata “Sesungguhnya hadis ini adl dien. Karena itu perhatikanlah dari siapa kalian mengambil din kalian.” Upaya utk memperhatikan hadits dari segi riwayat baru di mulai pada jaman fitnah. Pada masa ini ulama-ulama Sunnah mulai mengklasifikasikan siapa orang yg dapat diterima riwayatnya dan siapa yg di tolak. Maka orang yg mengikuti Sunnah diterima riwayatnya sedangkan Ahli Bid’ah di tolak kecuali dgn persyaratan yg berat. Sungguh jelas bahwa kebohongan telah tersebar dikalangan kaum Rafidlah. Karena itu Imam Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan tentang mereka “Aku belum pernah melihat seorang pun dari kalangan pengikut aliran sesat itu yg lbh suka berdusta kecuali Rafidlah.” Ketika timbul fitnah al-Mukhtar yg cenderung Syi’ah tersebarlah kebohongan dan pemalsuan terhadap hadits Nabi Sholallohu'alaihi wasallam. Iamm Ahmad meriwayatkan dari Jabir bin Nuh dan al-A’masy dari Ibrahim an-Nakha’i yg mengatakan “Sanad hadis perlu di pertanyakan pada masa Mukhtar.” Alasannya pada zaman itu banyak terjadi kebohongan atas diri Ali. Sebagaiman di riwayatkan oleh Syuraih dari Abi Ishaq “Aku mendengar Khuzaimah bin Nashr al-Absiy salah seorang sahabat Ali radhiyallohu'anhu pada masa Mukhtar berkata “Mengapa mereka berbuat begitu? Mudah-mudahan Allah memerangi mereka. Golongan mana yg mereka jelekan dan hadits mana yg mereka rusak?” Dengan dimulainya pemeriksaan terhadap sanad dan rawi serta dipilah-pilahnya riwayat mereka maka muncullah identitas Ahli hadis yg berbeda dgn pengikut aliran lain. inilah awal mula lahirnya ilmu Musthalah Hadits atau kelompok Ahli Sunnah yg memperhatikan Hadits. Segala perkataan mereka dapat di percaya krn mereka tidak pernah mengada-ada dan tak pernah menelan pendapat aliran-aliran sesat. |
1449
« Mereka Bertanya Tentang Manhaj Salaf |
Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat Kajian Video Chronology |
Keutamaan Para Sahabat Nabi » ![]() |