Ustadz Maududi Abdullah

Kajian Kitab

Kajian Kitab Kasyfus Subhat

2009 5 out of 55 out of 55 out of 55 out of 55 out of 5 / 0 out of 50 out of 50 out of 50 out of 50 out of 5 0 Ratings Akidah Manhaj
Kajian Kitab Kasyfus Subhat
The player will show in this paragraph


Bookmark

Facebook del.icio.us StumbleUpon Digg Technorati NewsVine Reddit Google LinkedIn MySpace Mixx Furl

Data

Released January 2009
Format Kajian Kitab
Type Tidak Diketahui
Added on Thursday, 07 April 2011
Genre Aqidah
Price 0.00 €
Length 0:00
N of discs 0
Edition date January 2009
Country
Label Kitab Kasfus Subhat
Catalog Number 134
Edition Details

Review

Saya (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) akan menuturkan kepada anda beberapa hal [1] yang sudah disebut oleh Allah dalam kitab-Nya sebagai jawaban terhadap suatu ucapan yang dipakai hujjah oleh orang-orang musyrik pada zaman kami (yang ditujukan) kepada kami. Maka, kami akan katakan: Jawaban untuk para pengikut kebatilan itu ada dua cara:

  1. Mujmal (secara global)
  2. Mufashshal (secara terperinci).

Jawaban secara mujmal itu merupakan sesuatu yang agung dan merupakan pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mau memikirkannya. Hal itu adalah firman Allah Subhanahu wata'ala:

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ

“Dialah yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepada kamu, diantara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Al-Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan , maka mereka mengikuti ayat-ayat mutasyabihat dari padanya untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari takwilnya” (Ali Imran:7).

Sebuah hadits shahih (dalam shahih Bukhari dan muslim) dari ‘Aisyah Radhiallahu‘anha, bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمْ الَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ مَاتَشَابَهَ مِنْهُ فَأُولَئِكَ الَّذِيْنَ سَمَّى الله فَاحْذَرْهُمْ

“Jika kalian melihat orang-orang yang mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat, maka mereka itulah orang-orang yang disebut oleh Allah: (dengan sebutan “fi qulubihim zaigh”), maka waspadalah kalian terhadap mereka.”

Sebagai contoh atas hal itu, apabila sebagian orang-orang musyrik itu mengatakan kepada anda:

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Yunus: 62).

Dan bahwa Syafaat itu sesuatu yang haq (benar), dan bahwa para nabi itu mempunyai kedudukan dan tempat di sisi Allah. Atau sebagaimana orang musyrik itu menyebut suatu ucapan dari Nabi Shallallahu'alaihi wasallam yang ia gunakan dalil bagi suatu hal dari kebatilannya, sementara anda tidak mengerti makna ucapan yang ia sebut itu, maka hendaklah anda jawab dengan ucapan:

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wata'ala sudah menyebut bahwa orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, mereka meninggalkan ayat-ayat muhkamat dan mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat. Dan apa yang saya tuturkan kepadamu, bahwa Allah telah menyebut bahwa orang-orang musyrik itu sama mengakui tauhid rububiyah dan bahwa kekufuran mereka adalah dengan sebab ketergantungan mereka kepada malaikat, para nabi dan para wali, padahal mereka sekedar mengucapkan:

هَؤُلاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ

“Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah.” (Yunus:18).

Hal itu adalah merupakan sesuatu yang muhkam (baku, terang dan mudah difahami) lagi jelas, tidak seseorang pun kuasa untuk merubah maknanya. Dan apa yang kamu sebutkan kepada saya wahai orang musyrik, baik dari Al-Qur’an ataupun dari sabda Nabi Shallallahu'alaihi wasallam saya tidak tahu maknanya. Akan tetapi, saya yakin, bahwa kalam Allah tidak ada yang saling bertentangan. Dan sabda Nabi Shallallahu'alaihi wasallam sama sekali tidak bertentangan dengan kalam Allah. Itulah jawaban yang tepat."

Akan tetapi jawaban itu hanya akan difahami oleh orang yang diberi taufiq oleh Allah Subhanahu wata'ala. Maka anda jangan menyepelekan hal itu. Sebab, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

“Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (Fushshilat: 35).

Adapun jawaban kedua yang mufashshal, ialah: bahwasanya musuh-musuh Allah itu mempunyai banyak dalil yang bersifat menentang untuk menghalangi manusia dari agama Allah.

____________
Footnote:

[1] Penulis Rahimahullah ingin menerangkan keadaan–keadaan musuh-musuh Allah dan musuh-musuh para Rasul-Nya yang senantiasa menghadang pada jalan kepada pengetahuan tentang agama Allah serta menghalangi manusia dari jalan itu.

Download Seluruh Kajian ini:  download-audio

Items in this compilation

Kasyfus Subhat
Songs 21 Comments 0
5 out of 55 out of 55 out of 55 out of 55 out of 5 / 0 out of 50 out of 50 out of 50 out of 50 out of 5 Added on Monday, 29 November 2010 18:08
Released 2009
Format Kajian Kitab
Type
Length 0:00
N discs 1
Label
Genre Aqidah
Price 0.00 €
Catalog N

Hits 3138
You are here:   HomeKajianMUstadz Maududi AbdullahKajian Kitab Kasyfus Subhat