Allah Tidak Akan Melupakanmu

┈┉┉━━━ ❁﷽❁ ━━━┉┉┈

📋 “ALLAH TIDAK AKAN MELUPAKANMU”

Dr. Hassan Syamsi Basya (68 tahun) adalah seorang dokter spesialis jantung di sebuah rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi. Di sore hari saat hendak pulang dari rumah sakit, beliau kedatangan tamu di kantornya.

Beliau berbagi pengalaman pribadinya untuk menjadi pelajaran bagi kita semua.

Aku melihatnya dengan tersenyum sambil berkata, “Ada perlu apa wahai saudaraku?”

Ia berkata, “Sepertinya anda lupa denganku wahai Dokter Hassan?”

Aku berkata, “Maaf, saya tidak ingat. Seorang dokter dalam setiap harinya bertemu dengan puluhan orang… Tidak mungkin untuk menghafal satu persatu orang yang pernah kutemui setelah sekian lama berpisah!”

Kemudian ia mengagetkanku dengan ucapannya, “Sejak dua puluh empat tahun yang lalu, setiap hari saya mendoakan kebaikan untukmu!..”

Aku berkata, “Jazakallahu khairan wahai saudaraku… Tapi mengapa anda mendoakanku setiap hari!?…”

Dia berkata, “Saya tidak bisa melupakan peristiwa yang terjadi dua puluh empat tahun silam! Saat itu anda sebagai direktur kamar ICU, dan saya sebagai mahasiswa kedokteran tingkat akhir mendapatkan tugas praktek di ruang ICU selama dua pekan.

Di hari berikutnya setelah selesai dari tugas praktek di rumah sakit, saya dan teman-teman berolah raga menyelam di laut merah. Saat menyelam terjadilah musibah, ibu jari tangan kanan saya digigit hewan laut. Luar biasa rasa sakitnya dan hampir saya jatuh pingsan di dalam laut. Kemudian teman-teman membawaku ke rumah sakit ini.

Saya dirawat di ruang ICU beberapa waktu lamanya. Ibu jariku membengkak, tiga dokter bedah yang menangani pasien memutuskan untuk memotong ibu jari yang luka untuk menyelamatkan tangan bahkan hidupku.

Anda adalah satu-satunya dokter yang menentang keputusan tersebut. Anda meminta kesempatan agar saya diberi lagi obat antibiotik dan dilihat dulu perkembangan sakitku ini. Alhamdulillah, akhirnya ibu jariku membaik sampai sembuh total dan tidak jadi dipotong.

Setelah itu saya melanjutkan studi ke Perancis dan mengambil spesialis mata. Alhamdulillah sampai saat ini saya sudah mengoperasi ribuan pasien.

Setiap kali saya masuk ke ruang operasi dan melihat ibu jari ini, saya bersyukur memuji Allah kemudian mendoakanmu…

Bagaimana mungkin seseorang bisa memegang dan menggunakan alat-alat bedah tanpa ibu jari??

Bahkan bagaimana mungkin saya bisa diterima kuliah spesialis kedokteran mata jika tangan saya cacat??

Kalau bukan karena karunia Allah kepadaku kemudian pertolonganmu yang menentang keputusan tim dokter untuk memotong ibu jariku, tentu saya tidak akan menjadi dokter spesialis mata seperti sekarang ini.”

“Ketika itu kedua mataku berlinang dan meneteskan air mata… Aku berkata dalam hati,

“Beruntunglah seseorang yang berbuat kebaikan kemudian ia melupakannya… Sesungguhnya ia memiliki Rabb yang tidak akan melupakannya.”

(Disarikan dari kitab ‘Indama Yusyriqu Ash Shabah (dari halaman 18 – 21) Oleh : Dokter Hassan Syamsi Basya)

Ada beberapa faidah yang bisa dipetik dari kisah di atas :

– Mengakui kebaikan orang lain dan berterimakasih kepada orang yang telah berjasa merupakan akhlak yang mulia dalam Islam.

– Hendaknya kita membalas kebaikan orang lain atau minimalnya dengan mendoakannya.

– Saya pernah berjumpa dengan seorang jamaah haji di Mina. Diantara doa-doa yang selalu beliau panjatkan adalah doa berikut ini,

اللهم أحسن من أحسن إلي

Allahumma Ahsin Man Ahsana Ilayya

Artinya, “Ya Allah, berilah kebaikan kepada siapa (saja) yang telah berbuat kebaikan kepadaku.”

Saat berbuat baik hendaknya dilandasi keikhlasan mengharap ridha Allah. Jangan mengharap balasan atau ucapan terimakasih dari manusia.

Allah berfirman menceritakan orang-orang yang ikhlas,

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

“Sesungguhnya kami memberi makanan kepada kalian hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kalian dan tidak pula (ucapan) terima kasih.”
(Surat Al Insaan 9)

Tanda orang yang ikhlas, ia melupakan kebaikan yang pernah dilakukannya. Tanda orang yang tidak ikhlas dalam beramal adalah orang yang mengungkit kebaikan dan menyakiti orang yang menerima kebaikannya.

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ….

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menghilangkan (pahala) sedekah kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima),…”
(Surat Al Baqarah 264)

… رب تقبل توبتي واغسل حوبتي و أجب دعوتي وثبت حجتي واهد قلبي وسدد لساني واسلل سخيمة قلبي

“… Rabbku terimalah taubatku, bersihkanlah dosa-dosaku, kabulkanlah doa-doaku, tetapkanlah hujjahku, berilah petunjuk bagi hatiku, luruskanlah lidahku, dan hilangkanlah kejelekan dalam hatiku.”

17 Rabiul Awal 1441 H /
14 November 2019 M

🌐 Sumber Artikel : http://www.salamdakwah.com

Madinah, 04 Muharram 1436 H
Ditulis Ustadz Fariq Gasim Anuz -hafizhahullah-

┈┉┉━━━❅❁®❁❅━━━┉┉┈

Social Media

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on print
Print
Share on email
Email
Ahsan Muslim Media

Ahsan Muslim Media

Mendekatkan Keluarga Kepada Sunnah

Leave a Reply

Your email address will not be published.

On Key

Related Posts

Bahagia Di Usia Senja – Surat Fathir: 37

Oleh Ustadz Aunur Rafiq Bin Ghufran, Lc. حفظه الله تعالى Allah subhanahu wata’ala berfirman:  وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ

Jalan Menuju Kemulian Akhlak

Oleh Ustadz Fariq bin Gasim Anuz حفظه الله تعالى Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:  كَمَآأَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولاً مِّنكُمْ يَتْلُوا عَلَيْكُمْ ءَايَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ

Menahan Amarah

Oleh : Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Luqman حفظه الله تعالى Geram, kesal, dan panas hati ini ketika melihat segerombolan pemuda berandal berkerumun dipos ronda asyik memainkan

Celakalah Anak Yang Durhaka

┈┉┉━━━ ❁﷽❁ ━━━┉┉┈ 📋 “CELAKALAH ANAK YANG DURHAKA” Oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc حفظه الله تعالى Janganlah kita menjadi anak yang durhakaIngatlah: “Ridha Allah